Satuan Tugas Kedidi Paruh-Sendok

Satuan Tugas Kedidi Paruh-Sendok Facebook page facebook
Baca dalam bahasa lain:

SBS
Spoon-billed Sandpiper © Phil Palmer

Pada tahun 2004 beberapa mitra aktif di konservasi Kedidi Paruh – Sendok yang terancam secara global ikut serta dalam Tim Pemulihan yang diketuai oleh Evgeny Syroechkovskiy dan kemudian oleh Christoph Zöckler. Dengan meningkatnya permintaan pekerjaan, finalisasi dari Rencana Kegiatan pada tahun 2008 dan dilanjutkan dukungan BirdLife dan banyak organisasi lain, mejadikan perlunya memformalkan Tim Aktif untuk koordinasi aktivitas pelestarian di sepanjang Jalur Terbang menjadi lebih baik. Pada Februari tahun 2010 Tim Pemulihan Kedidi Paruh – Sendok (SBS RT) bergabung dengan EAAFP dan pada Desember 2010 secara resmi telah disahkan oleh Kemitraan sebagai Gugus Tugas Spesies (SBS TF) dibawah Kelompok Kerja Burung Pantai. Pemimpin Organisasi untuk tugas Kedidi Paruh – Sendok EAAFP adalah BirdLife Internasional melalui partnernya yaitu Burung Rusia. Hal ini diketuai oleh pemerintahan partner dari Rusia dan dikordinasikan oleh Christoph Zöckler dari ArcCona Consulting atas nama Burung Rusia yang didukung oleh BirdLife Internasional. Anggota Gugus Tugas akan terdiri dari Mitra Pemerintah EAAFP pada wilayah utama negara (Federasi Rusia, Jepang, RRC, Demokrasi KErakyatan Republik korea, Republik Korea, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Thailand, Malaysia, Bangladesh dan India), The Wildfowl and Wetland Trust (WWT), Wetlands International, perwakilan dari kelompok kerja Burung Pantai EAAFP dan ahli dan organisasi konservasi dari negara utama dan mitra lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk berkoordinasi dalam aktivitas konservasi yang telah diidentifikasi pada Rencana Kerja Spesies Tunggal CMS untuk spesies yang ditugaskan oleh BirdLife Internasional dan diperbaharui secara teratur.

Ketua Satuan Tugas

Dr. Evgeny Syroyechkovsky
All-Russian Research Institute for Nature Conservation The estate Znamenskoe-Sadki Moscow 117628 Russian Federation
Tel: +7 495 423 03 22
E-mail: ees_jr@yahoo.co.uk

Koordinator Satuan Tugas

Dr. Christoph Zöckler
Manfred Hermsen Foundation/Birds Russia
30 Eachard Road Cambridge CB3 0HY, U.K.
E-mail: Christoph.zoeckler@m-h-s.org

Surat Kabar

Seluruh file dalam format pdf. Download the Adobe Acrobat reader.

Materi Tekait

Video: Dapatkah kita menyelamatkan Kedidi Paruh-Sendok?

 

Video: Kedidi Paruh – Sendok tiba di Heathrow

 

A Wader Ringing Program: Hitting the ground running…

51
© Nigel Clark (BTO) and Jing Li (SBS in China)

Together with ‘SBS in China’ I am leading a group of international wader experts (Guy Anderson from RSPB, Richard Hearn from WWT, Ewan Weston from Highland Ringing Group and David Melvile from New Zealand) who have come to China to help Professor Chang Qin of Nanjing Normal University and Jing Li and co-workers of ‘SBS in China’, the Task Force member for Eastern China to develop a wader ringing program on the Jiangsu coast. There are two main objectives of the visit. First to individually mark some Spoonies at a location away from the breeding grounds and second to set up a wader ringing program to help develop studies of the importance of the Jiangsu coast for a wide range of species. [21/09/2015] Baca lebih lanjut (Bahasa Inggris)

Spoon-billed Sandpiper news brief Summer 2015

08 is from the first head-starting in 2012 returning for the second year breeding successfully in Chukotka ©
‘8’ is from the first head-starting in 2012 returning for the second year breeding successfully in Chukotka ©

In spring ‘SBS in China’ and British bird watchers under the lead of Jing Li and Guy Anderson (RSPB) were surveying the Rudong and Dongtai coast in China for homeward migrating Spoon-billed Sandpiper. The team surveying between 3 and 12 May found a minimum of 62 SBS across the three main study sites (Tiaozini, Yangkou-Fengli and Dong Lin). This compares with 45 last spring, so good news. They confirmed at least 6 individually marked birds, including Lime 8, Lime 09, Lime 16, Lime 22, and a North Chukotka bird (plain light blue flag plus colour rings), and at least one head-started bird from 2013 or 2014, but the code could not be read sadly. [29/07/2015] Baca lebih lanjut (Bahasa Inggris)

Lokasi baru Kedidi Paruh – Sendok dan tempat pengawasan di pulau Sonadia di Bangladesh

Several sites were found important for shorebirds within the yellow circle.
Beberapa lokasi penting untuk burung pantai telah ditemukan didalam lingkaran kuning.

Beberapa lokasi penting untuk burung pantai telah ditemukan di dalam lingkaran kuning. Seiring dengan pemantauan bulanan burung pantai di Pulau Sonadia, Bangladesh, Proyek Konservasi Kedidi Paruh – Sendok (BSCP) melakukan survey didaerah yang belum pernah dilakukan survei seperti Sundarbans (2012). Sebagai bagian dari daerah pencarian yang baru, BSCP melakukan survei rinci disekitar Sandwip, Chittagong antara 3 dan 11 Februari 2015. Dengan total 35.000 burung pantai dari 24 spesies yang terhitung diantaranya 21 Kedidi PAru – Sendok dan 2 burung berbendera dengan warna (Hitam – Kuning ; Citrun – Hijau). [21/05/2015] Baca lebih lanjut (Bahasa Inggris)


Poster: Bantu Selamatkan Kedidi Paruh – Sendok!

Prngamatan Burung Masyarakat Hong Kong (HKBWS). Poster ini dibuat untuk mempromosika Kedidi Paruh – Sendok dengan didukung oleh program BirdLife’s yaitu “Selamat Datang Burung”

SBS Poster

Download: English   / Korean   / Chinese    

Podcast terbaru dari Dr Christoph Zockler terhadap Kedidi Paruh – Sendok: Ancaman Reklamadi di dataran pasang Rudong dan Dongtai

Dr Christoph Zockler, coordinator dari Gugus Tugas Kedidi Paruh – Sendok, menjelaskan tentang ancaman terbaru yang dihadapi salah satu burung yang sangat terancam didunia: reklamasi yang direncanakan ratusan mil persegi pada dataran pasang surut Rudong dan Dongtai, Cina. Pergi untuk mendengarkan podcast.

 

Potensi tempat singgah penting di Dongtai dan Rudong di Cina menjadi tantangan besar

Gugus Tugas Kedidi Paruh – Sendok (SBS TF) mengadakan pertemuan ulang tahun ke-10 pada 14 Oktober di Rudong , Cina. Enam belas anggota dari enam negara – negara di Jalur Terbang, Inggris dan Jerman mendiskusikan progress pada konservasi Jalur Terbang dan berbagi pengalaman. Sebelum pertemuan para anggota gugus tugas juga mengambil bagian dalam survey yang diselenggarakan oleh SBS di Cina dekat dengan lahan basah Rudong di Provinsi Jiangsu antara Dongtai (Tiaozini Sandbanks) dan Dong Lin di Selatan mengikuti survey dari tim Inggris / Cina pada bulan September.

International survey team at the model Spoon-billed sandpiper at Links Hotel, who sponsored  SBS in China @ T. Noah
Tim Survei Internasional pada model Kedidi Paruh-Sendok di Hotel Links, yang disponsori SBS di CIna @ T. Noah

Total dari 175 – 190 burung telah tercatat di empat lokasi sepanjang 150 km di pesisir pantai dengan lahan basah intertidal. Lahan basah Tiaozini di negara Dongtai muncul sebagai yang paling penting dengan maksimum hanya 100 burung disini, serupa dengan survey pada bulan September. Dengan total 16 individu yang berbeda, burung berbendera telah dicatat, sudah beberapa kali, saat ini tidak melebihi 350 – 500 burung. [29/10/2014] Download artikel lengkap  

 

 

Kembali ke Inggris – kabar terkini dari tim survey Kedidi Paruh – Sendok

Map showing completed (black lines) and proposed (red lines) land claim @ Nigel Clark
Peta nebunjukkan secara lengkap (garis hitam) dan lahan yang diusulkan untuk klaim (garis merah) @ Nigel Clark

Tim yang dipimpin oleh SBS di Cina dan dengan lima ahli wader internasional: Nigel Clark dari BTO, James Phillips dari Natural England, Guy Anderson and Andy Schofield dari RSPB and Rich Hearn dari WWT, bersama – sama melakukan survey di musim gugur dengan konsertrasi Kedidi PAruh – Sendok di pantai Jiangsu. Survei ini didukung oleh MBZ Species Conservation Fund, RSPB, WWT dan partisipan lain. Nigel melaporkan atas nama tim.

Sekarang kembali ke Inggris dan berjuang dengan Jet Lag, pada pukul 4 pagi, sekarang saatnya untuk menulis posting akhir tentang survey yang menakjubkan ini. Ini adalah survey yang hamper tidak pernah terjadi! Awalnya kami hanya berencana untuk tinggal di CIna selama tiga minggu dan menghabiskan waktu untuk menandai beberapa Spoonies lagi. HAmpir semua burung yang iditandai berasal dari satu tempat berkembang biak da kita tidak tahu bahwa ini adalah wakit. Sayangnya, kita tidak mendapatkan seluruh izin pada tahun itu. [03/10/2014] Baca lebih lanjut (Bahasa Inggris)

 

 

Kabar Terkini dari tim survey SBS di Rudong, Cina

Hasil mewarnai Kedidi Paruh – Sendok oleh seorang murid.

Sebuah tim yang dipimpin oleh SBS di Cina dan dengan lima ahli wader internsional: Nigel Clark dari BTO, James Phillips dari Natural England, Guy Anderson and Andy Schofield dari RSPB and Rich Hearn dari WWT, bersama – sama melakukan survey di musim gugur dengan konsertrasi Kedidi PAruh – Sendok di pantai Jiangsu. Survei ini didukung oleh MBZ Species Conservation Fund, RSPB, WWT dan partisipan lain. Kami sekarang sudah setengah jalan menuju survey ini dan kehilangan satu hari karena ada topan. Ini merupakan pekerjaan yang berat tetapi sangatlah berharga, sejauh ini para anggota tim telah melihat beberapa SBS setiap harinya! Dikarenakan dataran intertidal yang sangat luas kita tidak memiliki harapan untuk melakukan survey SBS, jadi kami telah mengamati lahan basah/ lumpur bagian atas dalam beberapa jam terakhir sebelum mereka tertutup oleh air pasang yang masuk. [29/09/2014] Baca lebih lanjut (Bahasa Inggris)

 

Artikel: Monumen dimana Kedidi Paruh – Sendok “01” kembali ke Rudong

Kedidi Paruh – Sendok Jantan ‘01’ tiba di Rudong 4 September 2014 @ Chen Dong Ming

Kedidi Paruh – Sendok Jantan ‘01’ telah dibesarkan tidak jauh dari desa Meinypilgyno di Chukotka, Russia setidaknya sejak tahun 2010, tetapi kemingkinan lebih lama lagi. Ia dinamakan ‘monument’ SBS seperti yang selalu berkembang biak di dekat monument yang dibuat oleh warga, tetapi seperti yang terjadi, prestasi burung ini sangatlah monumental.

Ia hanya ditandai dengan ‘01’ dengan bendera berwarna hijau limau pada musim panas 2013 di Chukotka dan kemudian diamati pada akhir agustus di pesisir pantai Rudong, Cina. Ia menetap disana lebih dari satu bulan, moulting dan penggemukan badan untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah bermusim dingin. Burung ini luar biasa karena dengan mitranya ‘02’ telah memproduksi (dicatat pada musim dingin di Khok Kam, Thailand!) dengan total 17 anak ayam sejak tahun 2011. Dari telur yang diambil pada tahun 2013 tiga anak ayam dipelihara sejak dini untuk dijadikan pasangan indukan yang akan menghasilkan lebih dari tiga anak ayam, salah satu (EA) yang telah diamati di Teluk Mottama di Myanmar. Pasangan ini memproduksi dua anakan lagi sebagai indukan dan mengangkat tiga lainnya untuk menggantikan sarang pada tahun 2014. Salah satu dari pasangan tersebut (M9) dari program induka mulai terperangkap di Pantai barat Kamchatka, Agustus ini! [15/09/2014] Baca lebih lanjut (Bahasa Inggris) 

Kedidi Paruh – Sendok – mereka kembali! Spoonie kembali dan terlihat di Pulau Sonadia

Sayam Chowdhury dan Md.Foysal mencari Kedidi Paruh – Sendok di pulau Sonadia  ©BSCP

Awal tahun ini, Pulau Sonadia telah dideklarasikan sebagai Area Penting Burung (IBA) karena pentingnya untuk burung pantai, terutama Kedidi Paruh – Sendok yang sangat terancam (Pulau Sonadia adalah lokasi paling penting di bangladesh untuk spesies yang sangat terancam ini). The Bangladesh Spoon-billed Sandpiper Conservation Project (BSCP, lihat di Halaman Facebook mereka) telah didukung oleh RSPB melalui melalui dana SOS untuk WWT, dan mereka adalah salah satu dari banyaknya mitra yang mencoba untuk menyelamatkan spesies unik ini dari kepunahan (lihat Menyelamatkan Kedidi Paruh – Sendok web – siteBaca lebih lanjut (Bahasa Inggris)

Video: Perjalanan dari Kedidi Peruh – Sendok

 

Brosur: Catatan informasi Kedidi Paruh – Sendok untuk membantu konservasi mereka

Download brosur   English / Chinese / Korean / Thai 

Artikel: Pameran Kedidi Paruh – Sendok dibuka di Chukotka, Rusia

Pameran Konservasi Kedidi Paruh – Sendok di Anadyr, ©Chukotka, Russia

Pameran konservasi “Kedidi Paruh – Sendok – selamatkan kehidupan” di gelar di Anadyr, Chukotka di Artik Rusia, di Museum Center “Chukotka Heritage” , pada 8 Oktober 2012. Pameran ini didukung oleh Program BirdLife “Mencegah Kepunahan”.

Acara pembukaan di hadiri oleh Gubernur Chukotka, Roman Kopin, seluruh pejabar konservasi daerah, perwakilan parlemen lokal, organisasi masyarakat Adat dan banyak otoritas lainnya, serta lebih dari 50 tamu undangan dari Anadyr. Konservasi dari kelompok Kerja Flora dan Fauna Artik (CAFF) oleh Dewan Artik bertemu di Anadyr pada saat yang bersamaan, sehingga perwakilan badan lingkungan dari seluruh negara Artik juga berpartisipasi dalam acara pembukaan pameran.

Ini merupakan pertama kalinya bagi Rusia mengadakan pamaeran yang dikhususka untuk satu spesies burung saja. Kedidi Paruh – Sendok (SBS) adalah spesies yang terancam sangat kritis dan spesiesnya menurun sangat drastic berdasarkan Data dari Buku Merah Federasi Rusia dan merupakan salah satu dari ratusan burung yang paling terancam di dunia. Populasinya anjlok sebanyak 90% dalam 30 tahun terakhir. Hanya ada 100 pasangan untuk berkembang biak diperkirakan menetap, kebanyakan di Chukotka. [12/11/2012] Baca lebih lanjut (Bahasa Inggris)

Sebagian dari populasi dunia burung Kedidi Paruh – Sendok yang terancam secara kritis di lahan basah Rudong, Jiangsu, China

Kedidi Paruh – Sendok mencari makan di Rudong pada lahan basah Rudong, Jiangsu, Cina © Tong Menxiu, China Wild Tour 2012

Dari 106 Kedidi Paruh – Sendok yang tercatat telah dihitung lebih dari 120 kmterbentang hamparan lahan basah Rudong , Jiangsu (dekat Shanghai) Cina, antara 12 – 15 Oktober. Jumlah ini merupakan seperempat dari perkiraan populasi dunia jenis burung yang terancam punah dan merupakan angka tertinggi yang diamati sejak kegiatan konservasi dimulai pada tahun 2000.

Rudong diketahui sebagai tempat yang sangat penting untung staging ( dimana burung dapat tinggal untuk beristirahat dan mencari majan sebelum melanjutkan perjalanannya) untuk migrasi dari spesies yang terancam punah. Tim ahli internasional melakukan survey untuk mengevaluasi pentingnya lokasi untuk Kedidi Paruh – Sendok dan spesies lainnya. [30/10/2012] Baca lebih lanjut (Bahasa Inggris)

Artikel: Monument dimana Kedidi Paruh – Sendok “01” kembali ke Rudong

Kedidi Paruh – Sendok Jantan ‘01’ tiba di Rudong 4 September 2014 @ Chen Dong Ming

Kedidi Paruh – Sendok Jantan ‘01’ telah dibesarkan tidak jauh dari desa Meinypilgyno di Chukotka, Russia setidaknya sejak tahun 2010, tetapi kemingkinan lebih lama lagi. Ia dinamakan ‘monument’ SBS seperti yang selalu berkembang biak di dekat monument yang dibuat oleh warga, tetapi seperti yang terjadi, prestasi burung ini sangatlah monumental.

Ia hanya ditandai dengan ‘01’ dengan bendera berwarna hijau limau pada musim panas 2013 di Chukotka dan kemudian diamati pada akhir agustus di pesisir pantai Rudong, Cina. Ia menetap disana lebih dari satu bulan, moulting dan penggemukan badan untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah bermusim dingin. Burung ini luar biasa karena dengan mitranya ‘02’ telah memproduksi (dicatat pada musim dingin di Khok Kam, Thailand!) dengan total 17 anak ayam sejak tahun 2011. Dari telur yang diambil pada tahun 2013 tiga anak ayam dipelihara sejak dini untuk dijadikan pasangan indukan yang akan menghasilkan lebih dari tiga anak ayam, salah satu (EA) yang telah diamati di Teluk Mottama di Myanmar. Pasangan ini memproduksi dua anakan lagi sebagai indukan dan mengangkat tiga lainnya untuk menggantikan sarang pada tahun 2014. Salah satu dari pasangan tersebut (M9) dari program induka mulai terperangkap di Pantai barat Kamchatka, Agustus ini! [15/09/2014] Baca lebih lanjut (Bahasa Inggris)

Video: Proyek Konservasi Kedidi Paruh – Sendok di Bangladesh oleh Gugus Tugas SBS EAAFP

Pergi untuk menonton video klip dari Proyek Konservasi Kedidi Paruh – Sendok Bangladesh

Proyek Konservasi Kedidi Paruh – Sendok Bangladesh telah bekerja di Bangladesh secara terorganisir denganbaik sejak 2009.Tujuan proyek ini adalah untuk melindungi dan ikut dalam penelitian pada Kedidi Paruh Sendok, Sejak 2011 proyek ini telah bekerja dengan para pemburu untuk memberikan alternative mata pencaharian. Saat ini banyak hal yang berubah dan ini hanyalah sekilas. [09/08/2012]

Pergi untuk menonton

Podcast Charlie Moores mewawancarai Dr Christoph Zockler dalam konservasi SBS baru-baru ini.

&copy Nigel Jarrett (WWT)
Kedidi Paruh – Sendok Juvenile di karantina saat berada di Kebun Binatang Moskow © Nigel Jarrett (WWT)

Podcast telah men catat kurang dari satu minggu setelah Crhristoph dan Charlie Moores bertemu di Slimbridge untuk melihat pertama kalinya tigabelas Kedidi Paruh – Sendok ditahan disana sebagai bagian dari program terbaru konservasi perkembang biakan – sebuah strategi konservasi yang sudah dilakukan survey oleh Christoph pada wilayah berkembang biak Rusia lebih dari satu decade, memainkan peran penting dalam mendirikan hal tersebut. Dalam diskusi tersebut Christoph berbicara tentang program konservasi perkembang biakan, pekerjaan yang ia lakukan adalah penghentian perburuan Kedidi Paruh – Sendok pada wilayah bermusim dingin, ancaman reklamasi, dan harapannya pada kelangsungan hidup makhluk yang paling kharismatik dan burung pantai yang paling terancam.

Pergi untuk mendengarkan podcast dari artikel